Thursday, October 27, 2016

#MudaBikinBangga: Membedah Secarik Kertas Lusuh


#MudaBikinBangga: Membedah Secarik Kertas Lusuh
“Begitu banyak tokoh muda inspiratif di negeri ini, 
tetapi hanya kita sendiri motivator utama yang dapat merubah hidup kita.
Kesuksesan dari sebuah kehidupan bukanlah berhasil menjadi seperti dia,
tetapi menjadi dirimu sendiri” 
(Rahmat Novianto).

Perkenalkan nama saya Rahmat Novianto. Sebuah nama yang didalamnya terselip doa dan harapan kedua orang tua saya. Ya, dengan memberikan nama “Rahmat” tentu saja orang tua saya berharap agar saya selalu mendapat rahmat dari Allah SWT. Kalau kata “Novianto” nya jangan ditanya lagi, sudah pasti karena saya lahir di Bulan November, zodiak saya sagitarius hehe.
Jika ditanya siapa tokoh muda inspiratif di matamu? Tentu saja saya akan menjawab Nabi besar Muhammad SAW yang selama hidupnya membawa pengaruh yang besar bagi umat muslim dan dunia. Bahkan dalam buku “The 100, A RANGKING OF THE MOST INFLUENTAL PERSONS IN HISTORY” karya Michael H. Hart, Nabi Muhammad menjadi tokoh peringkat wahid yang memiliki pengaruh paling besar dan paling kuat dalam sejarah manusia. Namun berapapun banyaknya tokoh hebat yang menginspirasi, jika kita tidak ingin melakukan perubahan pada diri kita semua akan sia-sia. “Kesuksesan hadir bagi mereka yang menginginkannya”. Kata-kata ini seakan melekat di memori saya. Masih tergambar jelas beberapa cita-cita saya yang sudah tercapai dan membuat saya selalu mensyukuri betapa besar kuasa Allah SWT.
Kisah motivasi ini merupakan kisah saya pribadi, kisah yang unik dan luar biasa menurut penilaian saya sendiri. Kenapa unik? Kok sampai segitunya bisa dibilang luar biasa? Baiklah langsung ke topiknya saja ya. Ini tentang pentingnya sebuah keyakinan dan sikap yang positif dalam hidup. Nah loh kali ini serius ya. Mempunyai keyakinan yang salah dan sikap yang negatif bisa berakibat fatal dalam hidup. Bahkan ketika kita terjajah oleh keyakinan yang salah tersebut, sampai mati keyakinan itu akan hidup dalam diri kita, baik kita sadari ataupun tidak. Langsung saja masuk ke cerita ya.
Biar ga penasaran sama yang nama nya Rahmat Novianto
Terkisahkan saya Rahmat Novianto adalah seorang anak berusia 13 tahun. Saya dicap sebagai anak yang malas, bodoh, susah bergaul, dan tidak ada harapan. Sejak duduk dibangku Sekolah Dasar atau SD hingga SMP kelas 1 saya tidak pernah sekalipun menjadi juara kelas. “Rahmat mah boro-boro juara kelas, naik kelas saja sudah untung” bisik-bisik tetangga kini mulai terdengar selalu di telinga hingga menusuk di hatiku…nah jadi dangdutan kan. Tapi bener deh omongan para tetangga itu sangat melukai hati saya, walaupun apa yang mereka omongkan memang benar adanya. Ya mau bagaimana lagi, faktanya memang prestasi saya saat masuk SMP semakin memburuk. Puncaknya adalah saat SMP kelas 1 saya mendapat rangking 43 dari 50 orang siswa. Rasanya harapan untuk menjadi juara kelas semakin jauh terbang melayang ke angkasa yaaa. Hal yang paling membuat saya galaukan ketika itu bukan karena tidak mendapat juara, namun dibandingkan dengan anak tetangga itu loh rasanya sangat menyiksa.
Namun keadaan mulai berbeda saat memasuki kelas 2 SMP pada saat itu. Berawal dari sebuah acara bedah buku “Pemimpi Luar Bidahsyat” yang saya ikuti, ada poin penting yang melekat di otak saya yaitu “Belajar memberanikan diri untuk bermimpi dan mencoba menulisnya pada secarik kertas, dan lihat keajaibannya”. Pada awalnya saya merasa canggung untuk mengikuti saran ini. Bagaimana tidak? ketika saya menulis sebuah impian selalu terbayang pencapaian yang sia-sia. Namun saya mulai memberanikan diri untuk menulis mimpi saya pada secarik kertas lusuh. Awalnya sih hanya iseng-iseng saja. “Saya ingin berprestasi” merupakan impian pertama yang ingin sekali saya wujudkan dan saya tulis di secarik kertas tersebut dan saya tempelkan di tembok kamar.
Kata-kata yang tertempel tersebut selalu terlihat oleh mata saya setiap mau tidur, bangun tidur, ataupun saat sedang beraktivitas di dalam kamar. Karena seringnya membaca, kata-kata tersebut seolah memacu adrenalin saya untuk menjadi lebih baik dan selalu berusaha. Saya akhirnya memiliki keyakinan bahwa kalau ada orang yang bisa menjadi juara berarti saya juga bisa. Untuk pertama kali dalam hidup, saya berani menentukan target yaitu menjadi juara kelas.
Singkat cerita, semester ganjil di kelas 2 SMP pun terlewati. Acara pembagian rapot pada saat itu menjadi momentum yang sangat merubah keadaan saya. Peraih juara 3 dan juara 2 sudah disebutkan namanya, dan kini saatnya mengumumkan siapa yang beruntung menjadi juara 1. Betapa terkejutnya saya saat nama juara kelas disebutkan “Juara 1 adalah RAHMAT NOVIANTO”. Jangan ditanya perasaan saya waktu itu. Perasaan pertama yang langsung muncul ya pasti “Rasa tidak percaya”. Bahkan saya mengira itu salah sebut. Ternyata itu bukan mimpi di siang bolong, saya benar-benar mendapat peringkat 1 untuk pertama kalinya dalam hidup. Alhamdulillah betapa bersyukurnya saya, karena untuk pertama kalinya saya membuat orang tua saya terkagum-kagum. Saya semakin mengakui akan kekuatan doa dan keyakinan mewujudkan sebuah mimpi.
Tidak terasa masa SMP sudah saya lalui. Saya diterima di SMA favorit di Kota Batam yaitu SMA N 5 BATAM. Saya masuk pada urutan ke 98 dari 500 siswa yang diterima. Saya mulai menambahkan harapan pada kertas yang semakin lusuh yang menempel di tembok kamar saya. Impian yang ingin saya capai pada saat itu adalah “Saya ingin menjadi juara umum, dan saya ingin sekali menyumbang piala untuk sekolah saya”. Betapa takjubnya saya, saya mendapat juara umum dari kelas 2 hingga kelas 3 SMA secara berturut-turut. Mimpi saya yang lain juga terwujud, saya menyumbangkan berbagai piala untuk sekolah yang sampai sekarang masih terpajang di lobi SMA N 5. Kalau teman-teman main ke sekolah saya dulu akan ada berbagai piala diantaranya: juara 2 lomba ceramah se-Kota Batam, juara lomba seni kriya, dan juara lomba puisi. Dan saya menjadi siswa yang cukup terkenal pada saat itu, hehe.
Terkadang suka senyum-senyum sendiri mengingat yang dulunya rangking 43 dari 50 orang bahkan sering beranggapan naik kelas saja sudah untung, kini bisa menjadi juara umum. Semasa SMA Saya ingin sekali ketika lulus nanti bisa masuk di universitas negeri, mendapat beasiswa full dan lulus kuliah langsung kerja. Mungkin ini cita-cita seluruh anak Indonesia bukan saya saja, tapi hal ini membuat saya menulis kembali impian saya pada secarik kertas.
Akan tetapi jalan tidak selalu mulus permukaannya. Tidak semua impian yang saya tulis pada secarik kertas dapat saya tempuh dengan mudah. Pada saat pencarian kuliah, saya gagal di berbagai penerimaan mahasiswa baru seperti jalur SNMPTN ataupun SBMPTN. Yang membuat “nyesek” bukan kegagalan tapi omongan dari beberapa guru saya yang sering mengatakan “Masa juara umum ngga diterima dimana-mana”. Seketika hal ini menghancurkan harapan saya untuk masuk di universitas yang saya dambakan. Tapi belajar dari pengalaman di masa lalu, saat mendengar cibiran orang-orang tentang saya yang mendapat peringkat 43 dari 50 orang siswa, saya kembali termotivasi untuk tidak menyerah dan terus berusaha. Saya berkata dalam hati “Mencoba kemudian gagal lebih baik dari pada gagal mencoba”. Widih bijak sekali kata-kataku bak seperti Mario Teguh haha.
Satu-satu nya yang saya lakukan saat itu hanya mengadu kepada pemilik segalanya Allah SWT. Peran orang tua saya juga sangat berpengaruh. Saat saya mengalami berbagai kegagalan hingga jadi bahan omongan orang-orang, mama saya selalu menyemangati saya. Kata beliau begini “Biarin aja mereka ngomong apa, toh yang jalanin juga kamu sendiri bang, ngga boleh galau terus ya”. Widih galau loh ngomongnya, gaul amat ya mama saya haha. Nasehat mama saya itu ampuh bisa mengobati hati saya yang sedang gegana (gundah galau merana). Setiap kali menderita kegagalan, saya selalu mencoba berfikir positif “Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan”.
Pencerahan pun datang dari yang tidak disangka-sangka. Satu guru saya yang bernama Ibu Mimi Fauzana memberikan informasi beasiswa full dari Kementerian Perindustrian. Kalau tidak salah waktu itu pendaftaran tinggal lima hari lagi. Saya mulai panik karena belum mengurus semua berkas yang dibutuhkan. Saya mulai mengurus satu per satu berkas yang dibutuhkan dan Alhamdulillah dalam waktu tiga hari semua berkas telah terpenuhi. Kemudian besoknya saya langsung mengirim formulir pendaftaran dan segala persyaratan yang dibutuhkan via pos.
Dua bulan telah berlalu dan di Bulan Juli tahun 2013 saya mendapat kabar gembira. Ya, saya diterima di Sekolah Tinggi Manajemen Industri Jakarta dengan beasiswa full dari Kementerian Perindustrian. Selama tiga tahun kedepan saya akan mengadu nasib di Jakarta sebagai seorang mahasiswa. Meninggalkan Kota Batam dan berlatih mandiri karena belum pernah jauh dari orang tua. Singkat cerita dalam waktu tiga tahun Alhamdulillah IPS saya selalu cumlaude. Sepanjang tiga tahun menjadi mahasiswa di Jakarta, tidak hanya di bidang akademik saja saya bisa berprestasi. Saya juga mulai menyukai dan mempelajari bidang desain dan menulis di blog, hehe belajar jadi blogger gitu. Ternyata saya bisa berprestasi juga di hobi yang baru ini. Tercatat saya pernah memenangi lomba menulis artikel tingkat nasional yang diadakan oleh POLANTAS RI, lomba desain logo, dan lomba menulis puisi. Bisa merubah hobi menjadi prestasi, rasanya ya pasti senang sekali. Serasa sambil menyelam minum air, hobi saya bisa tersalurkan dan dari hobi tersebut saya bisa berprestasi.
Beberapa Piala dan Piagam yang Pernah Saya Dapat
Di Bulan Agustus kemarin saya baru saja melaksanakan sidang tugas akhir dan dinyatakan lulus. Alhamdulillah nama saya sekarang tambah panjang menjadi Rahmat Novianto, A.md. Tapi gelar ahli madya nya belum resmi ya karena belum wisuda hehe. Insya Allah saya akan wisuda di Bulan Desember nanti. Setelah itu saya akan pulang ke daerah lagi untuk menjalani masa kontrak di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam. Wahhh tak terasa sebentar lagi akan memasuki dunia kerja. Satu lagi impian besar yang ingin saya wujudkan adalah menjadi seorang pengusaha. 
Untuk mendukung kegiatan saya di dunia kerja nanti, serta untuk membantu saya dalam mewujudkan impian saya menjadi seorang pengusaha, hal yang paling saya butuhkan tentu saja adalah informasi. Karena dengan adanya informasi saya dapat membaca keadaan lingkungan sekitar dan menambah wawasan. Membaca berita adalah salah satu cara mudah untuk mendapatkan informasi. Membaca berita tidak harus melulu melalui Koran atau menonton TV. Sudah bukan zamannya ya hehe. Sekarang ini sudah tersedia yang namanya smartphone dan dengan benda tersebut, mendapatkan informasi dengan membaca berita menjadi semakin mudah. Salah satu yang membuatnya mudah adalah karena ada sebuah aplikasi bernama kurio. Wah kira-kira aplikasi apa ya itu?
Kurio adalah sebuah aplikasi untuk membaca berita atau informasi. Aplikasi ini dibuat oleh developer lokal asal Indonesia, dan digagas oleh David Wayne. Lalu apa yang membuat kurio ini unik dibanding aplikasi sejenis lainnya? Kurio mempunyai user interface (UI) yang berbeda. Saat aplikasi dibuka, akan keluar kipas. Pada kipas tersebut terdapat kategori sesuai keinginan pengguna dalam tampilan warna-warni. Selain itu, konten-konten yang disukai lebih mudah diorganisir di kurio. Wah menarik bukan? Untuk lebih mengetahui tentang kurio, ayo segera install aplikasi kekinian ini di smartphone mu. Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis oleh pengguna Android dan iOS. Untuk pengguna Android bisa diunduh di Google Play Store dan pengguna iOS di App Store.

App Kurio yang Menyajikan Berita Terupdate dari Sumber Terpercaya
Dari pahit manisnya kisah hidup saya, satu hal yang benar-benar menjadi pelajaran adalah kesuksesan datang dari perubahan keyakinan yang tepat (dari keyakinan bahwa saya bodoh, naik kelas saja sudah untung menjadi kalau orang lain bisa menjadi juara, saya juga bisa!). Selain itu keberanian untuk bermimpi dan mewujudkannya juga sangat berperan penting dalam menciptakan sebuah keberhasilan. “Setiap pagi kamu selalu diberi 2 pilihan, melanjutkan mimpimu atau menciptakannya”. Jadilah seorang pemuda yang membanggakan dengan pencapaian yang diraih karena kerja keras, dan buat masa mudamu jadi keren dengan kurio !

7 comments:

  1. Hweehh prestasinyaa, Subhanallahh...
    AKu dulu pas Sd juga punya lembaran kertas tulisan pncapaian yg ingin kuraih, namun... yg kucapai sekarang ga jauh beda sma impianku dulu hheee

    ReplyDelete
  2. Masya ALLAH, semoga selalu diberikan berkah ya mbak

    ReplyDelete
  3. Mampir mapir juga ke blog ku bang

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar secara bijak