Wednesday, November 15, 2017

Ada apa di pesonaindustri.wordpress.com ? Yuk Mampir!


Pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) merupakan salah satu sektor pembangunan ekonomi kerakyatan yang memegang peranan penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Keberadaan Industri Kecil Menengah (IKM) dipandang penting dalam menggerakkan ekonomi nasional, karena tingginya ketahanan IKM menghadapi krisis ekonomi, serta IKM memiliki korelasi tinggi terhadap karakteristik bisnisnya dan tidak bergantung dengan pihak luar negeri, baik modal maupun bahan baku. Kinerja IKM cenderung lebih baik dalam hal menghasilkan tenaga kerja yang produktif. Sebagai bagian dari dinamikanya, IKM sering mencapai peningkatan produktivitasnya melalui investasi dan perubahan teknologi adalah karena sering diyakini bahwa IKM memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas ketimbang industri besar.
Perekonomian Indonesia akan memiliki fundamental yang kuat jika ekonomi kerakyatan telah menjadi pelaku utama yang produktif dan berdaya saing tinggi. Pengalaman  menunjukkan bahwa IKM  memiliki ketangguhan terhadap goncangan perekonomian global. Disamping itu, IKM juga mampu menyerap tanaga kerja yang besar, membuka peluang berusaha, dan dapat mewujudkan peningkatan serta pemerataan pendapatan masyarakat. Dengan IKM yang kuat maka struktur ekonomi akan menjadi kokoh, yang berperan besar dalam peningkatan ekspor dan pengendalian impor, serta tumbuh dan berkembang pada basis kemampuan sendiri.
Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, mengingat adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang berdampak pada semakin terbukanya pasar di dalam negeri karena adanya perdagangan bebas, merupakan sebuah peluang atau ancaman bagi IKM. Dengan adanya perdagangan bebas tersebut maka akan menimbulkan semakin banyaknya barang dan jasa yang masuk dari luar negeri. Hal tersebut mendorong IKM untuk melakukan pengembangan usahanya agar menghasilkan produk-produk yang unggul dan berdaya saing tinggi. Namun, keberadaan IKM yang terhimpit oleh keterbatasan dan kelemahan-kelemahan lain yang mendasar seperti keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki, teknologi produksi yang digunakan oleh pelaku industri, serta pemasaran produk yang dihasilkan menjadi penyebab utama rendahnya daya saing produk Industri Kecil dan Menengah dari produk industri besar maupun produk-produk impor.
Sehubungan dengan hal tersebut, Menteri Perindustrian Republik Indonesia berdasarkan keputusan nomor 19/M-IND/PER/2007 menyelenggarakan program beasiswa Tenaga Penyuluh Lapangan Industri Kecil dan Menengah (TPL IKM) dalam rangka mempercepat pertumbuhan industri kecil dan menengah di provinsi dan kabupaten atau kota di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya yaitu Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Dengan adanya Tenaga Penyuluh Lapangan (TPL) diharapkan mampu mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi pada sektor IKM, dan TPL juga diharapkan bisa menjadi fasilitator, motivator, moderator serta jembatan penghubung antara instansi dinas perindutrian dengan pelaku IKM yang pada akhirnya mampu membangkitkan semangat para pelaku IKM untuk kearah yang lebih maju.  Pelaku IKM sangat perlu diperhatikan karena sebagai penggerak potensi daerah yang berperan penting pada perekonomian negara.

4 comments:

Silahkan berkomentar secara bijak