Salam Baper !
(Semangat dalam Membawa Perubahan)
Berkaca
dari pengalaman pribadi, selama ini mungkin
kebanyakan dari kita termasuk saya sendiri, menganggap uang rupiah sekedar alat
transaksi jual beli tanpa pernah memikirkan nilai dan pengaruhnya terhadap
kehidupan. Sering kali kita mengabaikan dan bersikap masa bodoh terhadap
perkembangan rupiah, bahkan peluncuran uang baru akhir tahun 2016 lalu kita
anggap hanya sebatas euforia kesenangan sesaat yang lama-kelamaan hilang bak di
telan bumi. Dalam benak saya, mengenai rupiah hanya soal uang gaji yang sudah
masuk atau belum ke rekening dan berharap cukup untuk satu bulan kedepan.
Suatu ketika saya
berniat untuk membayarkan uang kuliah yang mengharuskan saya menyetor uang ke
salah satu bank swasta, ada kebanggaan tersendiri membawa segepok uang pecahan
50 ribuan dan 100 ribuan dalam dompet yang terisi penuh. Rasa bangga seketika
padam berubah menjadi malu, ketika menyerahkan uang itu kepada teller. Saya ditegur dan diberi ilmu yang
sepele tapi sebenarnya sangat penting untuk diketahui. Saya diarahkan oleh
mbak-mbak teller untuk memisahkan
antara uang 50 ribuan dan 100 ribuan.
tidak hanya itu, saya juga harus menyesuaikan posisi uang agar dapat
dihitung oleh mesin penghitung uang. Dan nasehat si mbak teller ditutup dengan kalimat “jangan diulangi ya”, rasanya seperti
orang yang gaptek sedunia. Kebayangkan seberapa malunya, seorang warga Negara
Indonesia yang hampir 23 tahun lebih setiap harinya menggunakan rupiah tetapi
tidak tahu cara memperlakukan rupiah dengan baik. Jujur saja ini kali pertama
saya menyetorkan sendiri uang ke bank.
Mulai dari kejadian itu
sebisa mungkin saya mencoba untuk lebih memperhatikan rupiah. “Bisa karena
terbiasa” Gaya hidup untuk lebih menghargai
Rupiah mulai saya pelajari dan sejauh ini saya mulai terbiasa menjalaninya.
Yang tadinya memasukan uang ke dompet asal-asalan hingga membuat kusut mulai
saya luruskan dan memisahkan uang koin dengan uang kertas sehingga kejadian seperti
di bank tidak terjadi lagi.
![]() | |
Ingatkan Kepada Orang Terdekat Kita Untuk Memulai Merapikan Uang Sebelum Memasukan Ke Dompet |
![]() |
Memulai Dengan Langkah Sederhana Bukti Cinta Kita Kepada Rupiah |
Sesekali terbesit di pikiran saya, dari hal kecil saja uang rupiah bisa berdampak
besar, sehingga memacu rasa keingintahuan untuk mengorek lebih lanjut mengenai
rupiah. Rasa penasaran saya makin menggebu ketika melihat iklan digital yang
terletak di sisi jalan lampu merah Kota Batam yang menyuarakan program GAUL dan
APIK. Ternyata GAUL dan APIK merupakan singkatan dari Gerakan Anti Uang Lusuh dan
Aksi Peduli Koin. Iklan satu menit itu pun berlalu begitu saja dikarenakan
lampu hijau yang menandakan saya harus jalan. Karena semakin penasaran, saya langsung
berselancar di dunia maya mencari lebih dalam mengenai Gerakan Anti Uang Lusuh
dan Aksi Peduli Koin ini.
Usut punya usut
ternyata gerakan ini merupakan bentuk implementasi Bank Indonesia yang
bertujuan untuk membersihkan uang lusuh yang telah beredar di masyarakat
seluruh Indonesia, kegiatan ini juga bagian dari kebijakan Clean Money Policy yaitu mengajak masyarakat untuk selalu peduli
dengan keadaan uang kertas maupun logam yang dimiliki, agar dalam bertransaksi
dapat menggunakan uang berkondisi baik dan layak edar. Mungkin kita
bertanya-tanya mengapa harus anti sama uang lusuh? Padahal masih bisa untuk
transaksi jual beli? Ternyata gerakan ini dilakukan demi memberikan kesehatan
kepada masyarakat, agar terhindar dari uang lusuh yang terindikasi dengan
bakteri.
Bisa kita bayangkan
bagaimana jika dipakai anak atau sodara kita dan terkena penyakit dari uang
lusuh yang kita punya pasti sangat mengiris hati rasanya. Lantas apa
hubungannya Gerakan Anti Uang Lusuh dan Aksi Peduli Koin dengan cinta Rupiah? Cinta
rupiah bukan hanya sekedar bualan yang diumbar tanpa langkah nyata. Cinta
rupiah harus di wujudkan dengan tindakan konkret. Kita harus bisa mengupayakan
suatu hal. Kita bisa memberikan sumbangsih terbaik dengan ikut berperan aktif
dalam Gerakan Anti Uang Lusuh dan Aksi Peduli Koin, gerakan ini mengajak kita
untuk tidak membiarkan uang kertas menjadi kumal dan lecek. Ada lima trik jitu
untuk menjaga uang agar tetap seperti baru.
![]() |
Buktikan Merah Mu, Dengan Menjaga Rupiah |
Kedua, Jangan mencoret, sering kali kita melihat gambar pahlawan pada uang
kertas di lukis sedemikian rupa, curhatan alay kids Zaman Now, bahkan hingga
ajang mencari jodoh dengan menulis nomor handphone pada uang kertas, entah apa
tujuannya, yang pasti sungguh keterampilan yang diluar batas kaidah norma
hingga uang menjadi media lukis. Mencoret selain melecehkan pahlawan akan
merusak kualitas rupiah sehingga rupiah akan menjadi kotor.
Ketiga, Jangan Distepler, Uang yang distepler sangat mudah kita temui di pasar
konvensional, kebiasaan menstepler uang hanya akan membuat uang sobek dan
berlubang.
Keempat, jangan di remas, jangan pernah melampiaskan kegalauan kita dengan
meremas uang kertas, entah galau karena putus dari pacar, masalah pekerjaan
ataupun masalah lainnya. Dari pada diremas, mending pergi shooping dan uang kertasnya dipakai untuk belanja produk dalam
negeri lebih bermanfaat rasanya.
Kelima, jangan Dibasahi, seperti halnya mencintai kekasih hati mencintai uang
kertas juga harus melindungi, Yap benar sekali, menjaga agar uang kertas tetap
kering termasuk langkah nyata cinta terhadap rupiah yang ternyata berdampak
pada kehidupan sosial. Uang yang basah akan memudahkan beragam bakteri atau
kuman dari ribuan bahkan jutaan tangan berkembang biak. Jika kita menjaga
rupiah sama halnya kita ikut menyehatkan kehidupan bangsa. Bagaimana kalau uang kertas yang kita dapat memang sudah tidak
layak pakai, kan sayang kalau tidak digunakan? Tenang aja, Pemerintah melalui
Bank Indonesia memberikan fasilitas penukaran uang lusuh menjadi uang baru
dengan mengajak berbagai bank yang ada di Indonesia. Tugas kita adalah
menukarkan uang lusuh, dan menjaga uang baru agar selalu layak digunakan.
![]() |
Jangan Lupa Tukarkan Uang Lusuh Mu di Bank Terdekat Ya |
Lalu bagaimana uang
koin? Mana mungkin uang koin bisa dilipat, dicoret, distepler, dan walaupun
dibasahi juga ga masalah? Ternyata uang koin ini tidak kalah penting dari uang
kertas. Dalam satu dasawarsa terakhir menurut data Bank Indonesia, BI telah
mengeluarkan uang koin sekitar Rp 6 Triliun, namun yang kembali ke BI hanya Rp 900
miliar atau 16% dengan tren semakin menurun. Padahal biaya yang dibutuhkan
untuk memproduksi uang koin ini cukup tinggi.
Ternyata ini disebabkan
karena kebanyakan dari masyarakat menggagap uang koin hanya sebatas pelengkap.
Jika ada 100 rupiah terjatuh dilantai rasanya sulit untuk mengambilnya karena
alasan malu dan nilai nya kecil. Nilai uang koin sering digantikan oleh permen dan
permainan anak-anak yang tragisnya lagi sering beralih fungsi sebagai alat
kerokan. Akan sulit jika kita tak mau merubah, padahal “uang 1 milyar tidak akan memiliki nilai 1 milyar jika kehilangan 100 rupiah” maksudnya 100
rupiah yang nilai nya paling kecil sekalipun merupakan bagian dari mata uang
Indonesia. Jika kita benar-benar cinta rupiah maka kita harus ikut
memperhatikan uang koin yang nilainya palin kecil sekalipun.
Daripada membiarkan uang koin tercecer, lebih baik dikumpulkan, Liat keajaiban uang koin di akhir bulan. Yap, bisa menjadi harta karun akhir bulan, Apalagi untuk mahasiswa yang tinggal diperantauan dan ngekos, tau banget gunanya buat apa. Uang koin bisa menjadi penyelamat dari krisis moneter keuangan mahasiswa di akhir bulan. Untuk itu dengan Aksi Peduli Koin (APIK), Mari bersama-sama
wujudkan masyarakat cinta rupiah yang bijak dalam bertransaksi dengan tetap
menjaga sirkulasi uang koin di masyarakat, menggunakan uang kertas maupun uang
koin disetiap transaksi, jangan sesekali menukar kembalian dengan permen.
![]() |
Mengumpulkan Koin Sangat Berguna lo, Apalagi Ahir bulan, Penyelamat Dari Krisis Bulanan. |
Jika itu semua sudah dilakukan maka
Indonesia tanpa uang lusuh dan terwujudnya
masyarakat bijak bertransaksi bukan lagi hal yang mustahil. Sejalan
dengan itu, kebanggaan dan kecintaan terhadap rupiah akan senantiasa tumbuh
demi mendukung Indonesia sebagai Negara dengan ekonomi yang tangguh.
Sumber Referensi
:
Sumber Infografis :
semua infografis baik gambar gif maupun adalah buatan sendiri berdasarkan
inspirasi dari bank Indonesia dan freepict
Jadi serem berapa banyak kuman di uang kotor
ReplyDeleteMaka dari itu solusi terbaik adalah menggalakkan Cinta Rupiah Dengan gaul dan apik
DeleteBener , Harus mulai dari hal hal kecil
DeleteSalam Bloger mas, Makasih Udah mampir
DeleteMantap uey Blogger satu ini, beli domain mas biar makin cihuy
ReplyDeleteTunggu ada disconan akhir tahun bro
DeleteMahasiswa banget, ngumpulin uang koin
ReplyDeleteini pasti anak kos tinggal di perantauan
Deletemahasiswa banget emang nih orang
ReplyDeleteMahasiswa perantauan gan
Delete