Monday, September 7, 2015

Apa harapan masyarakat pada Polisi untuk memecahkan kemacetan?

Polisi Obat Ampuh Atasi Kemacetan


Salam Baper!
(Semangat Dalam Membawa Perubahan) 
    Berawal dari sebuah keprihatinan, dimana macet sudah menjadi topik hangat dan termasuk kedalam kategori "penyakit kronis stadium akhir" bagi kota-kota besar di Indonesia. Hampir semua kemacetan menimbulkan berbagai permasalahan komplek, seperti peningkatan waktu tempuh (inefisiensi waktu), biaya transportasi membengkak, gangguan yang serius bagi kegiatan logistik, dan penurunan tingkat produktivitas kerja. Akibatnya, dapat menghambat kegiatan ekonomi. Kemacetanpun memberikan dampak yang vital bagi penurunan kualitas lingkungan perkotaan. Dalam konteks perubahan iklim (climate change),  kemacetan lalu lintas menjadi salah satu kontributor utama penyumbang emisi gas rumah kaca ke atmosfer yang menyebabkan peningkatan temperatur bumi yang signifikan. Tidak heran kalau di kota-kota besar sulit untuk mendapatkan udara yang sejuk dan sehat.
Meningkatnya angka kelahiran dari tahun ke tahun menimbulkan ledakan penduduk yang merupakan salah satu penyebab kemacetan di Indonesia. Ditambah lagi dengan perilaku konsumtif masyarakat terhadap kendaraan yang menimbulkan peningkatan volume kendaraan. Data Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia mencatat, jumlah kendaraan di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 104,211 juta unit, meningkat sebelas persen dari tahun sebelumnya. Hal ini tidak sebanding dengan peningkatan laju pertambahan jalan yang hanya satu persen per tahun. Belum lagi, kondisi jalan yang rusak, kemampuan pemeliharaan dan rehabilitasi jalan yang terbatas, kualitas hasil penanganan jalan masih buruk, dan waktu perbaikan yang tidak tepat kerap kali menimbulkan kemacetan berkepanjangan. Contohnya saja perbaikan jalan saat arus mudik lebaran yang kian molor.
Melihat fenomena tersebut, timbul berbagai persepsi di kalangan masyarakat mengenai harapan mereka terhadap pihak kepolisian yang selama ini dianggap sebagai ujung tombak pengurai kemacetan. Polantas (polisi lalu lintas) memiliki peranan penting dalam mengendalikan dan mengatur aktivitas lalu lintas serta menciptakan suasana yang teratur. Mengoptimalkan kinerja kepolisian merupakan strategi jitu dalam mengantisipasi ledakan volume kendaraan. 
Penambahan personil yang ditempatkan pada titik kemacetan dapat mengondusifkan arus lalu lintas. Tidak hanya itu, dengan personil yang cukup akan membuat para pengendara nakal menjadi mematuhi berbagai rambu-rambu lalu lintas, atau setidaknya pelanggaran bisa diminimalisir. Sanksi tegas terhadap penyalahgunaan ruas jalan mutlak diterapkan. Penyalahgunaan ruas jalan akan mengurangi fungsi jalan sebagaimana mestinya. Misalnya pada saat lampu merah, kebanyakan dari pengendara tidak berada pada posisi yang seharusnya, bahkan ada yang menerobos begitu saja sehingga menyulitkan para pejalan kaki untuk menyeberang maupun kendaraan dari arah lain untuk belok arah. Ditambah lagi dengan adanya lapak-lapak pedagang kaki lima yang seharusnya diberi lokasi strategis untuk berjulan, angkutan umum yang berhenti seenaknya, bahkan parkir liar yang memakan badan jalan. 
       Berkaitan dengan pelanggaran lalu lintas, pemberlakuan aturan yang ketat harus ditegakan tanpa kompromi dan tidak memihak. Dewasa ini, sidang jalanan atau bayar di tempat sudah menjadi rahasia umum. SIM rupiah yang merupakan konotasi negatif dari kata “nyogok” dianggap sebagai alternatif andalan dalam melemahkan hukum, sehingga membuat pelanggar lalu lintas tidak jera. Ironisnya lagi, banyak pengguna kendaraan yang melanggar aturan hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Seperti supporter sepak bola, bahkan konfoi gang motor yang meresahkan pengguna jalan lainnya masih marak memenuhi kota. Slogan “Damai No, Tilang Yes” menjadi pondasi utama guna menciptakan budaya bersih dari suap terhadap petugas Polantas oleh para pengendara yang melanggar lalu lintas. Strategi ini tidak hanya ampuh megurangi kemacetan, tetapi juga akurat dalam membenahi citra institusi kepolisisan dari budaya korupsi dan suap.
       Strategi lainnya adalah kepolisisan diharapkan mampu melakukan pendekatan persuasif terhadap masyarakat melalui sosialisasi pengetahuan tentang disiplin berlalu lintas dan sanksi bagi yang melanggar, terutama supir angkutan kendaraan umum yang kerap membandel. Bakti pendidikan yang mengampanyekan disiplin berlalu lintas secara langsung maupun melalui brosur dan iklan edukatif akan membangun kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dan mebangun citra polisi yang selalu mengayomi masyarakat. Jika masyarakat sudah dibekali pengetahuan tentang aturan berlalu lintas, alasan ketidaktahuan yang menyebabkan pelanggaran tidak bisa diterima lagi.
       Sterilisasi jalur three in one yang bebas dari joki akan membuat para pengguna jalan yang tidak taat peraturan jera. Memaksimalkan razia rutin terhadap joki three in one maupun penggunanya akan mengefektifkan penggunaan jalur sebagaimana mestinya. Razia yang diberlakukan secara rutin akan meningkatkan disiplin lalu lintas, namun joki three in one yang terjaring razia perlu diberikan sosialisasi untuk mencari mata pencaharian lain tanpa melanggar hukum.
Tidak hanya permasalahan besar saja, permasalahan kecil yang tersiratpun harus diperhatikan, seperti demo masa. Salah satu peran penting polantas adalah mengamankan setiap jalannya aksi demo. Saat berlangsungnya demo, kerap terjadi berbagai aksi anarki seperti, memblokir jalan dengan membakar ban bahkan baku hantam antara pendemo dengan petugas yang tidak jarang efeknya berimbas pada kelancaran lalu lintas. Dengan adanya koordinasi yang apik dari pihak kepolisian, semua permasalahan tersebut dapat dicegah atau setidaknya dapat diminimalisir intensitas kejadiannya.
       Melihat kompleksitas permasalahan yang terjadi, pemecahan yang paling mendasar harus diawali dari koordinasi yang lebih baik dan intensif di lingkungan internal kepolisisan itu sendiri. Tidak hanya itu, koordinasi dengan instansi lain yang terkait seperti Dinas Perhubungan, Dinas PU, dan Satpol PP harus dijalin dengan baik. Adanya koordinasi dengan Dinas Perhubungan akan menciptakan penyediaan transportasi publik yang memadai. Sedangkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) bertugas sebagai pembina urusan dan perbaikan jalan, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berperan dalam strerilisasi jalan yang bebas dari Pedagang kaki lima. Tidak kalah penting  lagi adalah peran pemerintah dalam menyusun kebijakan mengenai usia kendaraan yang layak beroperasi, meningkatkan tarif pajak kendaraan bermotor, serta peran penting kesadaran masyarakat untuk senantiasa disiplin berlalu lintas.
Semoga dengan kerja keras polisi lalu lintas, koordinasi apik dari berbagai pihak, dan kesadaran masyarakat dapat mengurangi dan menekan angka kemacetan di jalan. Polisi harus aktif, tegas namun ramah pada masyarakat, dan harapan masyarakat yang tertuang dalam tulisan singkat ini seharusnya menjadi batu pijakan penyemangat dan inspirasi polisi untuk membenahi bumi pertiwi. Kemacetan dapat diselesaikan dengan kesadaran dan kedisiplinan semua warga negara. Tidak hanya ungkapan dan harapan saja namun dibutuhkan implementasi yang membawa perubahan untuk Indonesia.






Monday, June 22, 2015

Cerita Hewan

Artikel Hewan Unyu

seperti penyu yang setia pada pasangannya, kadang susah buat penyu yang senang berpindah-pindah untuk melepas cangkangnya, walaupun usang dan menemukan yang baru , tidak pernah membuat penyu terpengaruh,
ini penyu yang unyu, how about you?

"kamu akan bersama orang yang kamu cintai" apakah kita yakin ingin mengarungi waktu hidup dengan orang yang kita cintai tapi orang yang kita cintai itu tidak menengkan hati?
bahkan hewan yang kita kenal jauh dibawah kita  menemukan pasangannya mereka tidak akan pernah meninggakan atau menghianati pasangannya. Walau pun pergi ber- Mill jauhnya dia akaan kembali. hati-hati kawan, bahkan kita harus berbenah dari binatang yang memiliki kesetiaan jangan sampai kita menjadi singa, menyesal memang, sangat menyesal ,karena yang pergi bersamaa yang lebih baik dari kita takkan pernah kembali pada kita.

Angsa merupakan salah satu lambang sebuah kesetiaan. Mereka hanya mencari pasangan sekali seumur hidup mereka. Keromantisan dan kesetiaan pada angsa biasa dilambangkan dengan dua angsa yang saling menautkan kepala mereka yang membentuk sebuah lambang hati.

Serigala sangat terkenal dengan kebuasaannya tetapi mereka sangat setia dan sayang dengan pasangannya. Setelah menemukan pasangannya mereka akan selalu bersama membentuk sebuah kelompok dengan anak-anaknya. Jadi seperti sebuah keluarga yang utuh.

Merpati merupakan 10 hewan paling setia didunia. Banyak orang terinspirasi dari kesetiaan merpati dengan pasangannya. Merpati menjadi salah satu lambang sebuah kesetiaan yang abadi

Burung albatross selalu terbang tinggi melintasi samudera untuk bermigrasi ke berbagai tempat. Tetapi sejauh apapun mereka bermigrasi, mereka akan tetap kembali ke sarang dengan pasangannya. Mereka tidak akan pernah berganti pasangan sampai mati.

Burung hantu. Hewan nocturnal ini sangat setia dengan pasangannya. Setelah menemukan pasangannya mereka tidak akan pernah meninggakan atau menghianati pasangannya. Hal itu seperti sudah tertanam didalam benak burung hantu barn. Mereka akan merawat anak-anak mereka bersama

Friday, June 5, 2015

Jari lusuh


Jari lusuh
Aliran darah deras menuntun nya
Gerak pelan memimpin gagasan duka tersirat
Ia merpati , mengantar suratan renta
Dia pun mulai menari dengan usang pekat.

Terpaku sejenak dalam kepenatan
Letih membayang menyurut ingatan
Tak mampu kiranya menopang angin
Bangun , menepis sangar sayatan

Ini aku, tanpa akhir duniaku.

Abu


Abu
Malam, apa kau melihat petang pergi?
Kemilau sutra, pagi hendak meninggalkan mu?
Berteman Lembayung kusut silih berganti
Tak terekam dentang waktu ku jalani.
Pilu akan berlalu tanpa bercak.
Rotasi nafas berlari mengejar usai

Tabu,
Aku undur waktu tak berlalu.
Detik tak kembali, 
Bening air membasuh busuk muka ku
Iklas nya menghapus pilu membayang
Gemericik air lunturkan lelah
harap sayap patah terbang kepelukan ilahi
Terpatri indah bait-bait fitrah.

By Rahmat Novianto
28-09-2014