Polisi Obat Ampuh Atasi Kemacetan
Salam Baper!
(Semangat Dalam Membawa Perubahan)
Berawal dari
sebuah keprihatinan, dimana macet sudah menjadi topik hangat dan termasuk
kedalam kategori "penyakit kronis stadium akhir" bagi kota-kota besar
di Indonesia. Hampir semua kemacetan menimbulkan berbagai permasalahan komplek,
seperti peningkatan waktu tempuh (inefisiensi waktu), biaya transportasi
membengkak, gangguan yang serius bagi kegiatan logistik, dan penurunan tingkat
produktivitas kerja. Akibatnya, dapat menghambat kegiatan ekonomi. Kemacetanpun
memberikan dampak yang vital bagi penurunan kualitas lingkungan perkotaan.
Dalam konteks perubahan iklim (climate
change), kemacetan lalu lintas
menjadi salah satu kontributor utama penyumbang emisi gas rumah kaca ke
atmosfer yang menyebabkan peningkatan temperatur bumi yang signifikan. Tidak
heran kalau di kota-kota besar sulit untuk mendapatkan udara yang sejuk dan
sehat.
Meningkatnya
angka kelahiran dari tahun ke tahun menimbulkan ledakan penduduk yang merupakan
salah satu penyebab kemacetan di Indonesia. Ditambah lagi dengan perilaku
konsumtif masyarakat terhadap kendaraan yang menimbulkan peningkatan volume
kendaraan. Data Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia
mencatat, jumlah kendaraan di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 104,211 juta
unit, meningkat sebelas persen dari tahun sebelumnya. Hal ini tidak sebanding
dengan peningkatan laju pertambahan jalan yang hanya satu persen per tahun.
Belum lagi, kondisi jalan yang rusak, kemampuan pemeliharaan dan rehabilitasi
jalan yang terbatas, kualitas hasil penanganan jalan masih buruk, dan waktu
perbaikan yang tidak tepat kerap kali menimbulkan kemacetan berkepanjangan.
Contohnya saja perbaikan jalan saat arus mudik lebaran yang kian molor.
Melihat fenomena tersebut, timbul berbagai persepsi di
kalangan masyarakat mengenai harapan mereka terhadap pihak kepolisian yang
selama ini dianggap sebagai ujung tombak pengurai kemacetan. Polantas (polisi
lalu lintas) memiliki peranan penting dalam mengendalikan dan mengatur
aktivitas lalu lintas serta menciptakan suasana yang teratur. Mengoptimalkan
kinerja kepolisian merupakan strategi jitu dalam mengantisipasi ledakan volume
kendaraan.
Penambahan personil yang ditempatkan pada titik kemacetan
dapat mengondusifkan arus lalu lintas. Tidak hanya itu, dengan personil yang
cukup akan membuat para pengendara nakal menjadi mematuhi berbagai rambu-rambu
lalu lintas, atau setidaknya pelanggaran bisa diminimalisir. Sanksi tegas
terhadap penyalahgunaan ruas jalan mutlak diterapkan. Penyalahgunaan ruas jalan
akan mengurangi fungsi jalan sebagaimana mestinya. Misalnya pada saat lampu
merah, kebanyakan dari pengendara tidak berada pada posisi yang seharusnya,
bahkan ada yang menerobos begitu saja sehingga menyulitkan para pejalan kaki
untuk menyeberang maupun kendaraan dari arah lain untuk belok arah. Ditambah
lagi dengan adanya lapak-lapak pedagang kaki lima yang seharusnya diberi lokasi
strategis untuk berjulan, angkutan umum yang berhenti seenaknya, bahkan parkir
liar yang memakan badan jalan.
Berkaitan dengan pelanggaran lalu lintas, pemberlakuan
aturan yang ketat harus ditegakan tanpa kompromi dan tidak memihak. Dewasa ini,
sidang jalanan atau bayar di tempat sudah menjadi rahasia umum. SIM rupiah yang
merupakan konotasi negatif dari kata “nyogok” dianggap sebagai alternatif
andalan dalam melemahkan hukum, sehingga membuat pelanggar lalu lintas tidak
jera. Ironisnya lagi, banyak pengguna kendaraan yang melanggar aturan hanya
untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Seperti supporter
sepak bola, bahkan konfoi gang motor yang meresahkan pengguna jalan lainnya
masih marak memenuhi kota. Slogan “Damai No, Tilang Yes” menjadi
pondasi utama guna menciptakan budaya bersih dari suap terhadap petugas
Polantas oleh para pengendara yang melanggar lalu lintas. Strategi ini tidak
hanya ampuh megurangi kemacetan, tetapi juga akurat dalam membenahi citra
institusi kepolisisan dari budaya korupsi dan suap.
Strategi lainnya adalah kepolisisan diharapkan mampu melakukan pendekatan persuasif terhadap masyarakat melalui sosialisasi pengetahuan tentang disiplin berlalu lintas dan sanksi bagi yang melanggar, terutama supir angkutan kendaraan umum yang kerap membandel. Bakti pendidikan yang mengampanyekan disiplin berlalu lintas secara langsung maupun melalui brosur dan iklan edukatif akan membangun kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dan mebangun citra polisi yang selalu mengayomi masyarakat. Jika masyarakat sudah dibekali pengetahuan tentang aturan berlalu lintas, alasan ketidaktahuan yang menyebabkan pelanggaran tidak bisa diterima lagi.
Sterilisasi jalur three in one yang bebas dari joki akan membuat para pengguna jalan yang tidak taat peraturan jera. Memaksimalkan razia rutin terhadap joki three in one maupun penggunanya akan mengefektifkan penggunaan jalur sebagaimana mestinya. Razia yang diberlakukan secara rutin akan meningkatkan disiplin lalu lintas, namun joki three in one yang terjaring razia perlu diberikan sosialisasi untuk mencari mata pencaharian lain tanpa melanggar hukum.
Strategi lainnya adalah kepolisisan diharapkan mampu melakukan pendekatan persuasif terhadap masyarakat melalui sosialisasi pengetahuan tentang disiplin berlalu lintas dan sanksi bagi yang melanggar, terutama supir angkutan kendaraan umum yang kerap membandel. Bakti pendidikan yang mengampanyekan disiplin berlalu lintas secara langsung maupun melalui brosur dan iklan edukatif akan membangun kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dan mebangun citra polisi yang selalu mengayomi masyarakat. Jika masyarakat sudah dibekali pengetahuan tentang aturan berlalu lintas, alasan ketidaktahuan yang menyebabkan pelanggaran tidak bisa diterima lagi.
Sterilisasi jalur three in one yang bebas dari joki akan membuat para pengguna jalan yang tidak taat peraturan jera. Memaksimalkan razia rutin terhadap joki three in one maupun penggunanya akan mengefektifkan penggunaan jalur sebagaimana mestinya. Razia yang diberlakukan secara rutin akan meningkatkan disiplin lalu lintas, namun joki three in one yang terjaring razia perlu diberikan sosialisasi untuk mencari mata pencaharian lain tanpa melanggar hukum.
Tidak hanya permasalahan
besar saja, permasalahan kecil yang tersiratpun harus diperhatikan, seperti
demo masa. Salah satu peran penting polantas adalah mengamankan setiap jalannya
aksi demo. Saat berlangsungnya demo, kerap terjadi berbagai aksi anarki
seperti, memblokir jalan dengan membakar ban bahkan baku hantam antara pendemo
dengan petugas yang tidak jarang efeknya berimbas pada kelancaran lalu lintas.
Dengan adanya koordinasi yang apik dari pihak kepolisian, semua permasalahan
tersebut dapat dicegah atau setidaknya dapat diminimalisir intensitas kejadiannya.
Melihat kompleksitas permasalahan yang terjadi, pemecahan
yang paling mendasar harus diawali dari koordinasi yang lebih baik dan intensif
di lingkungan internal kepolisisan itu sendiri. Tidak hanya itu, koordinasi
dengan instansi lain yang terkait seperti Dinas Perhubungan, Dinas PU, dan
Satpol PP harus dijalin dengan baik. Adanya koordinasi dengan Dinas Perhubungan
akan menciptakan penyediaan transportasi publik yang memadai. Sedangkan Dinas
Pekerjaan Umum (PU) bertugas sebagai pembina urusan dan perbaikan jalan, dan
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berperan dalam strerilisasi jalan yang
bebas dari Pedagang kaki lima. Tidak kalah penting lagi adalah peran
pemerintah dalam menyusun kebijakan mengenai usia kendaraan yang layak
beroperasi, meningkatkan tarif pajak kendaraan bermotor, serta peran penting
kesadaran masyarakat untuk senantiasa disiplin berlalu lintas.
Semoga dengan kerja keras polisi lalu lintas, koordinasi
apik dari berbagai pihak, dan kesadaran masyarakat dapat mengurangi dan menekan
angka kemacetan di jalan. Polisi harus aktif, tegas namun ramah pada
masyarakat, dan harapan masyarakat yang tertuang dalam tulisan singkat ini
seharusnya menjadi batu pijakan penyemangat dan inspirasi polisi untuk membenahi
bumi pertiwi. Kemacetan dapat diselesaikan dengan kesadaran dan kedisiplinan
semua warga negara. Tidak hanya ungkapan dan harapan saja namun dibutuhkan
implementasi yang membawa perubahan untuk Indonesia.


